Pages

May 09, 2013

Strips Jumpsuit with Denim

Strips Jumpsuit with Denim

by ari_ari from chictopia.com


Ladies long weekend pada kemana ni? yang single ayo hangout bareng gengs, tapi kalo yg dah punya someone pastinya udah punya plan buat berdua doonk. Whatever mau sama temen-temen , pacar ato bareng keluarga yang penting weekend jangan ampe saltum, alias salah kostum. kalo mau ke tempat yg agak sejuk ya ga salah lah pake strips with denim, tapi kalo mau pada ke pantai mungkin kita bs milih bahan yang ringan, soalnya kalo denim kayanya kurang kece kalo dipake ke pantai ya .

Sekarang ni musim dah ga menentu kan sistha sistha....pagi ampe siang bs cerah, tapi sore ampe malem tiba tiba ujan ga brenti-berenti, yah karena kita tinggal di negara tropis so ga da salahnya ni weekend pake strips berbahan dasar kaus dan dipadukan dengan denim, selamat mencoba ladies!!!!!


My First Romance Novel in This Year



1

Gemericik air sungai dan alunan nada lembut piano yang membelai telingaku selama perjalanan membuatku terlarut dalam tidur yang dalam. Rio tau musik apa yang aku suka saat perjalanan seperti ini, ya musik instrumental yang menyatu dengan suara alam, nada-nada yang menghipnotisku agar cepat terlelap. Saat aku terbangun ternyata Rio tengah menghentikan mobilnya, kita tengah menepi di bahu jalan yang sepi. Aku baru sadar kalo dia sedang memperhatikanku tidur dan dia terenyum saat aku mengucek-ngucek mataku.

“Sudah sampai ya ?, ini dimana sih?” tanyaku

Lagi lagi Rio tersenyum dan lama menatapku, kemudian ia mematikan musik instrumental agar perbincangan kami tak terganggu, sementara aku memasang muka heran sambil menunggu jawabannya.

“hm…belom sampe ko, aku pengen berenti dulu aja, pegel nyetir dari Jakarta” keluhnya
“mau gantian? Sini biar aku yang nyetir” ujarku
“jangan,jangan, kamu tidur lagi aja, smalem kamu pasti kurang tidur” balas Rio

Aku hanya menjawab dengan mengangkatkan kedua alisku dan segera mnurunkannya lagi, aku rasa Rio mengerti kalau aku waktu tidurku sangat kurang karena sering mimpi buruk tapi sebenarnya aku tak pernah cerita banyak tentang mimpi buruk apa yang aku alamin. Rio bukan pemaksa, dia tak pernah memaksaku bercerita  dan itu membuatku merasa aman di dekatnya.
Ntah apa yang direncanakan Rio weekend ini, iya bersikeras mengajakku pergi. Aku nyaman di dekatnya, sudah setahun ini aku mengenalnya dan selama enam bulan ini kita sudah menjadi sepasang kekasih. Rio adalah seniorku di kampus saat aku kuliah, dia sudah lama memperhatikanku saat itu. Dia lulus dua tahun lebih awal dan menetap di Jakarta, kita berhubungan lewat sosial media sampai akhirnya saat dia berkunjung ke Bandung dia mengajakku makan malam. Sejak saat itu lah kita semakin intens berkomunikasi dan enam bulan kemudia kita berpacaran hingga saat ini.

“Kita mau kemana si sebenernya? “
“aku mau nunjukkin sesuatu sama kamu”
“apaan si bikin penasaran”
Rio cuma tersenyum nampaknya ia senang melihatku penasaran. Kemudian ia meneruskan perjalanan sambil mengalihkan pembicaraan.
“Abis  wisuda kamu punya plan apa? Bener mau nerusin kuliah lagi?”
“kayanya rencana kuliah lagi aku pending aja, aku pengen bantuin usaha Mama”
“hm…gitu ya”

Aku semakin heran ketika mengetahui kalau ternyata Rio membawaku ke daerah Dago atas, di sini masih banyak pepohonan, dan udaranya sangat sejuk hingga mengingatkanku pada seseorang yang aku kenal, ya aku sering kesini saat aku masih SMA, waktu itu sekolahku memang di daerah Dago. Ah tapi sudah lupakan saja. Aku hanya memperhatikan sekeliling dan kemudian Rio masuk ke daerah perumahan mewah dan kita berhenti di salah satu rumah yang begitu sepi. Rumah bertingkat dengan gaya modern minimalis itu memiliki pagar yang lebih tinggi dari badan Rio sendiri.

“Kok diem aja? Ayo turun!”
“Ini rumahnya sapa? km mau ngenalin aku ke sapa si, ga bilang-bilang,”
“yuk turun dulu!”

Aku membuka pintu mobil dengan mata yang terus tertuju pada rumah di depanku. Banyak pertanyaan yang menyerang pikiranku, rumah siapa ini? apa tujuan Rio bawa aku kesini?. Aku jadi agak gugup pada pacarku sendiri, padahal jelas-jelas aku tidak pernah segugup ini lagi sejak ia menyatakan cinta setengah tahun lalu. Mungkin ini rumah keluarga Rio yang ada di Bandung. Aku pun mengikuti Rio berjalan menuju pintu rumah dengan ukuran besar yang bercat hitam. Ternyata Rio membuka rumah itu dengan kunci yang dia ambil dari sakunya.

“Yo, ini rumah siapa?” tanyaku lagi berharap ada jawaban, tapi setelah membuka pintu Rio langsung menarik tanganku dan terus mengajakku berkeliling di rumah yang masi tercium bau cat  itu.

Tidak banyak barang di ruangan itu, rumah yang terlihat sangat bersih, di ruang utama terdapat sofa berwarna putih dengan bantal-bantal kecil dengan warna warna pastel, kemudian ruang makan sekaligus dapur dan bar kecil yang di dominasi warna hitam. Saat berkeliling aku tak henti hentinya bertanya ini rumah siapa pada Rio, tapi ia tak menggubrisku, malah bercerita kalau rumah ini memang belum diisi dengan barang barang jadi masi terlihat agak luas.

“Kok kamu gak jawab jawab si”
“bentar-bentar aku mau nunjukin sesuatu nih”

Tanganku ditariknya lagi, ia mengajakku menuju kamar utama dan begitu terkejutnya aku karena aku menemukan pemandangan yang indah sore itu dari teras kamar utama. Rumah yang didominasi dengan kaca tersebut memungkinkan cahaya matahari masuk ke semua ruangan, Aku begitu terkagum-kagum saat Rio membuka gorden putih sehingga aku menyaksikan lukisan alam di sore hari, langit dengan warna keemasan dan kemerahan. Aku langsung berlari menuju teras kamar dan  Rio mengikuti di belakangku.

“wow, dah lama aku ga liat lukisan alam seindah ini” aku tersenyum-senyum mengagumi lukisan Tuhan hingga Rio yang tampan pun tak ku perdulikan.

Tiba-tiba Rio meraih kedua tanganku yang begitu kecil dibandingkan tangannya yang besar dan kuat. Jantungku semakin berdegup kencang, Angin sore yang berdesir menyapu wajahku yang mencoba agar terlihat tenang di mata Rio.

 “Lori, will you marry me?”

March 26, 2011

TOO MUCH LOVE WILL KILL YOU




Like Father, Like Son not only me but also my father love this band, he always tell me like what the band he loves, yeah this band is one of his favorite, but i never heard he told about this song, he only told about the vocalist  Freddie mecury was diagnosed with AIDS shortly after Easter of 1987, Mercury was a very shy and retiring man in person, particularly around people he did not know well. Mercury once said of himself: "When I'm performing I'm an extrovert, yet inside I'm a completely different person." 

this is the lyric of Too Much Love will Kill You By Brian May

I'm just the pieces of the man I used to be
Too many bitter tears are raining down on me
I'm far away from home
And I've been facing this alone
For much too long
I feel like no-one ever told the truth to me
About growing up and what a struggle it would be
In my tangled state of mind
I've been looking back to find
Where I went wrong
Too much love will kill you
If you can't make up your mind
Torn between the lover
And the love you leave behind
You're headed for disaster
'cos you never read the signs
Too much love will kill you
Every time
I'm just the shadow of the man I used to be
And it seems like there's no way out of this for me
I used to bring you sunshine
Now all I ever do is bring you down
How would it be if you were standing in my shoes
Can't you see that it's impossible to choose
No there's no making sense of it
Every way I go I'm bound to lose
Too much love will kill you
Just as sure as none at all
It'll drain the power that's in you
Make you plead and scream and crawl
And the pain will make you crazy
You're the victim of your crime
Too much love will kill you
Every time
Too much love will kill you
It'll make your life a lie
Yes, too much love will kill you
And you won't understand why
You'd give your life, you'd sell your soul
But here it comes again
Too much love will kill you
In the end...
In the end. 

Brian May dedicate this song to Mercury
Brian May said: ".. all the time you recognize the figure of Mercury as a large andqualified, we have always admired"

I'm feeling it, the soul of this song, when we'd give our love and sell our soul for the love, it will make our self won't understand why too much love kill our self, we are the victim of our crime, we hurt our self with too much love



March 15, 2011

PULANGLAH!

Berhentilah berujar sampah!

 Apa bedanya dirimu dengan manusia penyiksa itu?

dia berlindung di kelembutan fatamorgana

dirimu sedang menusuk nusuk jantungmu sendiri...

tolonglah kembali menjadi angsa  putih

istighfar!

Tidak sepenuhnya kehitaman itu dipekatkan olehmu

Maafkanlah dirimu maka burung gagak di hatimu itu  akan terbang dan bebas!

Pulanglah meski akan ada kuburan di hatimu


March 14, 2011

PHOTOGRAPHY

Vintage
So old picture


Gorgeous Photography by Stefanie Williams


Lovely Museum

what are you looking at?

Melihat foto di bawah ini menarikku kembali menjelajahi terowongan kenangan ketika ke Tanah Lot Bali

Ballerina

Sejak kecil saya ingin sekali bisa menarikan tarian ballet namun sayangnya keadaan tidak mendukung, poor me! Sampai ketika saya menonton film The Black Swan saya semakin terkagum-kagum melihat seorang gadis yang dengan gemulainya menari, benar-benar gerakan angsa yang cantik. Film the Black Swan ini menarik hati saya karena ceritanya mengenai seorang penari ballet yang dituntut dapat memerankan dua kepribadian yaitu menjadi angsa putih dan angsa hitam, film dengan tema masalah psikologi. Saya melihat tokoh utama yang bernama Nina (Natalie Portman) merupakan sosok yang lemah, di usianya yang 28 tahun ia masih diperlakukan seperti gadis 8 tahun, Ibunya terlihat sangat terobsesi dengan karier anaknya, sehingga anak menjadi korban. Mungkin pada awalnya seorang anak yang terlalu dikekang akan menjadi anak manis penurut seperti tokoh Nina ini akan tetapi lama-lama ank tersebut akan memberontak juga, dalam film The Black Swan ini Nina akhirnya melawan Ibunya sendiri, Menurut saya pribadi Nina yang berkeinginan untuk menjadi sempurna itu adalah didikan dari Ibunya, karena menjadi pribadi yang perfeksionis ketika ia menhhadapi keadaan yang tak bisa ia kendalikan maka Nina menjadi sangat ketakutan, misalnya ketika ia terlalu takut peran Black Swan itu digantikan oleh Lily, dalam bayangannya Lily adalah lawannya, pikiran negatifnya membawanya ke dalam perlakuan yang berbahaya, ia menjadi pribadi yang kadang merugikan dirinya sendiri akibat pikran negatifnya itu. Sebuah film psikologi yang menarik dengan memakai latar belakang dunia ballerina.


Awal Mula Ballet

Awal mula tarian Balet ini yaitu pada acara pertemuan para kaum ningrat Italia di masa reinessance. Kemudian tarian indah ini dikembangkan dalam ballet de cour, sebuah dansa sosial yang diiringi musik, pidato, berpuisi, nyanyian, dekor, dan kostum oleh para ningrat Prancis. Selanjutnya Ballet ini berkembang sebagai seni tersendiri di Prancis pada masa pemerintahan raja Louise XIV yang memang sangat mencintai seni tari dan bertekad untuk memajukan kualitas seni tari pada masa itu. Sang raja mendirikan Académie Royale de Danse pada tahun 1661, dan pada tahun yang sama, balet komedi karya Jean-Baptist Lully ditampilkan. Bentuk balet pada mulanya  berupa sebuah seni panggung dengan adegan-adegan yang berupa tarian. Lully lalu mendalami balet opera dan mendirikan sekolah untuk mendidik penari balet profesional yang berhubungan dengan Académie Royale de Musique. Di sekolah tersebut, sistem pendidikannya berdasarkan tata krama ningrat sesuai dengan awal mulanya bahwa ballet ini terlahir dari kaum ningrat. Saat memasuki abad ke-19 ketika terjadi banyak perubahan sosial di Eropa, maka perubahan inipun mempengaruhi pada tari ballet.

Berada pada Titik Nadir

Mati
Terdesak hingga tersedak
Terbatuk-batuk karena duri menusuk
Nyeri
Terisak-isak sambil merangkak
sgala buruk telah membusuk
mati
22 Desember 2010

Bagaimana?
Bagaimana aku harus berjalan dengan kaki pincang?
Bagaimana sku harus berpegang dengan tangan buntung?
Bagaimana aku harus bertahan dalam ketiadaan?
Pura-pura membaja dalam kerapuhan
13 Maret 2011


Berawal dari Memori Seorang Gadis Kecil yang Menjadi Sebuah Ulasan Klise 'Arti Sahabat'


aku tidak pernah berani mengatakan bahwa aku ini seorang sahabat dari orang-orang baik yang merasa selalu menemaniku saat menangis dan tertawa dan mereka menamakan dirinya "sahabatku" siapapun itu....


karena ketika aku menjadi gadis kecil dengan pengalaman yang meragukan suatu hal yang seharusnya belum wajib ia pikirkan di masa itu.


 Memori gadis kecil yang duduk di bangku sekolah dasar, ia mungkin seorang gadis kecil polos yang tak mengerti apa itu dewasa dan apa itu sahabat yang ia tau kejujuran, menerima apa adanya, saling mengingatkan ketika berdosa, mengajak pada kebaikan, ia hanya tau bahwa sahabat itu bertemu karena Allah dan berpisah juga karena Allah itu saja. kenaifan gadis itu membuatnya percaya bahwa sahabatnya adalah orang-orang disekitarnya yang baik kepadanya tapi ia menemukan bertolakbelakang antara definisi-definisi sahabat yang ia fahami dengan aplikasi dalam kehidupan, sahabat itu membantu melakukan keburukan, berbohong, mencontek, bergunjing, dan bermuka dua, hati nurani gadis itu menolak, seperti itukah sahabat?tanyanya dalam hati ia semakin ragu, lingkungannya bercerita bahwa sahabat itulah yang seiya sekata dalam melakukan yang baik ataupun tidak baik, mereka selalu bersama-sama, akhirnya karena nuraninya menolak ia berusaha untuk tidak sejalan dengan orang-orang yang mengaku shabatnya itu tapi ia malah dijauhi, ia malah diasingkan, hingga ia harus pindah kelas karena merasa sendiri di kelasnya. ternyata dibelangkangnya itu orang-orang yang mengaku sahabtnya menggunjingkan gadis itu, mngumpatnya, menuduhnya dengan berbagai tuduhan buruk, orang-orang yang mengaku sahabatnya itu mengadu dombakannya dengan sahabat lainnya, menuduh bahwa gadis kecil itu SOK CANTIK, SOK PINTER, CENTIL, BANYAK TEMEN  COWOKNYA, RUMAHNYA JELEK, MISKIN, PELIT GA PERNAH MEMBERI CONTEKAN, SUKA IKUT-IKUTAN DLL, dengan berani tanpa main belakang maka gadis itu langsung menemui orang-orang yang telah mengumpatnya, ia menanyakan kenapa ia memuji di depan tapi menghina di belakang? bukankah kalian sahabatku?jadi seperti ini ketika tak bisa memberimu contekan atau aku tak bisa sejalan dengan kalian?tanyanya, apalagi gadis kecil itu lebih membenci ketika orang-orang yang mengaku sahabatnya itu ternyata menjelek-jelekkan orang tuanya. Gadis kecil itu hanya berpikir bahwa orang-orang disekitarnya hanya anak kecil tak mengerti sahabat, tak mengerti bagaimana untuk menjadi bijak. ia bertanya pada dirinya sendiri akukah yang salah karena tak seharusnya berpikir seperti ini, atau mereka memang tak pernah bijak melihat arti sahabat secara dangkal?

gadis kcil itu aku,ya sejak saat itu aku berhenti percaya sahabat

aku tetap meyakini bahwa sahabat sejati adalah berjumpa atas izin Allah dan berpisah karena NYA juga

sahabat bukan soal setia kawan, bukan soal saling membantu, atau ada ketika suka dan duka tapi MENGINGATKAN SAAT KITA TERGELINCIR PADA DOSA BUKAN BANGGA ATAS SEMUA ITU, Karena itu aku tidak berani mengatakan bahwa diriku ini sahabat, sahabat di mataku bukanlah soal berguna, baik, ada, royal, setia atau menerima, ya mungkin itu hanya sahabat dunia tapi bagaimana dengan sahabat akhirat, aku benar2-benar jauh dari kriteria itu, dalam lubuk hatiku aku tidak pernah mengakui siapapun sahabatku, begitupula pada diriku sendiri aku bukanlah seorang sahabat bagi orang yang mengaku sahabat bagiku, aku belum memenuhi kriteria itu, inilah pandanganku sejak aku duduk dibangku sekolah dasar, aku pernah skit hati ya, inikah yg membuatku skeptis, mungkin ya, aku tidak mudah mempercayai orang lain iya, tapi tidak mudah mengenalkan suatu pandangan kepada jiwa lain yang berbeda.

Kadang alu merasa sangat bersalah, orang-orang yang kusayangi termasuk teman-teman disekelilingku yang menobatkan dirinya sahabat bagiku tapi aku bukanlah sahabat baginya, aku pengecut, aku belum bisa untuk menjadi sahabat (menurut pandanganku). Aku krisis percayaan, tapi aku begini bukan berarti merekalah yang buruk, sama sekali tidak bukan mereka yang tidak benar, tapi pandanganku yang berbeda dalam memahami sahabat. sejujurnya dari sejak kecil inilah pandanganku, inilah prinsipku, aku tidak berani mngutarakan hal ini pada orang2 yang telah rela mengaku dan menjadi sahabatku, karena bagiku aku bukanlah sahabat siapapun, apakah aku bisa secara frontal mengatakan aku tidak percaya sahabat? bukan tidak percaya sahabat akan tetapi aku tau sahabat itu ada, tapi persepsiku terhadap artii sahabat itu sendiri berbeda, apalagi setelah menginjak bangku kuliah.mungkin karen aku dijejali pandangan bahwa teman? sioidaritas?"setelah bekerja, setelah berumah tangga itu akan musnah, itu hanya tipuan? sahabat itu dunia akahirat mengingatkan kita saat salah dan mengajak pada kebenaran, kalo pertemanan di sekolah itu hanya palsu, sejujurnya kalian hanya saling membutuhkan karena itulah dasar sifat makhluk sosial, seseorang mengatakan padaku suatu hari kalian akan saling menghilangkan diri karena sibuk duniawi, kecuali silaturrahmi yag mengikatkan kalian.

Ketika aku kecewa karena akhir akhir ini beberapa teman mengatakan oliv kemana aja?kok ga ngasih kabar?pacaran mulu sih? atau dengan tuduhan-tuduhan yang membuatku terpojok lainnya? omg astagfirullah...oh aku bukan teman yg baik karena aku sering tidak memberi kabar. aku jarang silaturrahmi, aku menghilang dan sebagainya...tapi ingatkah bukannya aku sudah bilang IBUKU SAKIT, ORG YG AKU SAYANGI SAKIT, AKU TIDAK MUNGKIN MEMIKIRKAN TEMANTEMANKU SEDANGKAN IBUKU SAKIT, BUKANNYA KU TIDAK PUNYA WAKTU TAPI APA KALIAN PERDULI KETIKA IBUKU SAKIT. KETIKA IBUKU SAKIT AKU MERASAKAN SAKIT PULA, KETIKA IBUKU MENGHAWATIRKAN ADIKKU AKU IKUT MERASAKANNYA PULA, MAAF JIKA AKU SIBUK DENGAN PIKIRANKU, MAAF JIKA AKU EGOIS KARENA HANYA MEMIKIRKAN ADIK-ADIKKU, KESAKITAN KU DAN IBUKU, tapi setelah aku memberi kabar buruk tentang ibuku sakit apa kalian juga perduli, apa kalian mengatakan oh cepet sembuh ya ibunya olive, moga cepet sehat...aku juga sakit dan tersinggung....tapi aku berfikir ulang...mungkin karen aku kurang perduli pada orang-orang di sekitarku oleh karen itu inilah yang kudapat, karena kurang bergunanya, malah merepotkan saja, maafkan aku, aku hanya berusaha berdiri sendiri bukan memperlakukan kalian seoalah tak berdaya, hidupku untuk mandiri, aku tak ingin diprasangkai tapi itu hak kalian karena itu tanda sayang kalian, mgkin krn persepsi yang berbeda saja.


Dunia..tahukah aku berselimut kain yang tercelup tinta hitam, aku bagai manusia renta yang terkuras tenaganya, aku butuh dijeruji besikan dan terlelap hingga raga memulih, biarkan sekali ini keegoisanku seperti gabus yang melayang diatas air ,  jangan tenggelamkan aku dengan logam2 receh yang tak penting, aku tidak ingin bercerita pada sesama manusia, aku takut dipenggal oleh mulut berpedangnya, jangan buat aku letih dengan kamar yang seperti kapal pecah, mengganggu titik fokus dari tugas-tugas kuliah...cukup aku sedang meradang aku tidak ingin berbagi keresahan atau kesulitan jngan tuduh aku menyianyiakan, membuang, aku sedang terbuang bagaimana mungkin aku bisa membuangmu wahai orang-orang yang kusayang, ini cuma mesin berputar yang tak bisa mundur, terkadang seorang individu membutuhkan keindividuannya itu saja....jangan salah faham aku hanya tidak ingin menjadi sebuah tugas berjibun bagi mahasiswa, atau kasus-kasus korupsi bagi KPK, atau bencana-bencana bagi Indonesia, nanti setelah badai ini berlalu aku akan tersenyum membawa hal positif dan bukan prasangka buruk, insyaAllah, doakan umurku panjang agar aku memilki kesempatan untuk lebih berdedikasi kepada kalian.



Menelanjangi Diri

Malam, aku bahkan lupa tanggal berapakah hari ini?
penting atau tidak itu hanya sebuah persepsi. Sebuah cara pandang meski tanggal sebuah titik tolak dimana akan dikenangnya sebuah rekaman hidup, namun terkadang sebagaian cara pandang menganggap tanggal hanya sebuah angka-angka kalender tapi bagiku tanggal adalah saksi bukti yang tidak dapat dipisahkan dengan sejarah, tanggal adalah sebuah penanda bagi sebuah peristiwa yang patut dikenang dan dimaknai

22 MEI 2010, ya ini tanggal beremas dan bermutiara, proses kefalsafahan hidup, ketika pemikiran tanpa gelombang yang melahirkan kebijaksanaan, tanggal yang menjadi sebuah penanda berharga dimana aku memulai kembali mewarnai hidupku diatas kanvas baru memilah dan memilih warna apa yang akan kutuangkan, keputusan untuk mejadi lebih berharaga sebagai manusia, di setiap detiknya aku bertahan dengan keyakinan positif untuk meredam kesakitan dan kebencian, warna hitam yang kerap menghiasi kanvas hidupku, meski bartahan hati tetap bersuasana seperti kembang api warna warni meski jauh di dalam lorong hati ini seperti gua sunyi yang gelap dan tak bertuan.

Ada yang hilang..hingga pikiran yang dialuni melodi lembut mozart dan vivaldi ini tertuang lewat pena yang berdansa dengan jariku dihamparan kertas yang sebelumnya terhujani air mataku. Sungguh atmosfir yang menggelora indah sepi, namun seolah ada energi yang menyeruak menyemangati hasrat impianku, begitu memukau kilau ruang indah diantara malam yang belum larut benar. Ternyata aku beruntung aku merasakan dan memiliki kehilangan untuk kesekian kalinya, haruskah aku menunggu yang lebih baik meraihku, tidak, aku tidak bisa mematung, aku tercipta ambisius, bergerak, berjalan, berdoa.

Membenci hal yang ku kejar dan kuraih awalnya berbentuk terasa diatas kulit ari ku lalu tiba-tiba menyublim ke udara, hanya meninggalkan aroma di penciumanku, tapi tak konkret
hingga aku yang tercipta dari caci maki mengulang hal itu pada apa yang menjadi hilang, meski masih terasa seperti hembusan angin......
tenggelam dalam lumpur trauma kah aku?, ini caranya untuk menguatkan aku? untung Si biang tercipta karena Tuhan, maka aku berusaha memaafkan kehilanganku...

Dunia...taukah begitu kuatnya aku, aku merasakan energi yang mebuncah dalam jiwaku
aku merasakannya..aku merasakan begitu kuatnya aku menerima realita yang tak pernah kubayangkan sebelumnya, itu mustahil!!!
cara yang terbaik adalah bercermin,memperbaiki objek yang berada di cermin bukan cerminnya, karena cerminnya memang sudah retak, meski diperbaiki akan ada bekasnya...aku tak bisa membeli cermin yang baru, cermin hidupku cuma satu. 

Kemudian aku belajar memaafkan hal yang mustahil hahah..., menerima, ikhlas dan tetap tersenyum optimis
yang menjadi garis hitam tebal adalah...keputusasaan yang menghancurkan...aku sumpah mati keputusasaan agar tidak pernah ada lagi dalam hidupku, apatis sialan!!!!!!!!!goblok!!!!!!!jngan pernah hinggap lagi dalam ranting hidupku!!!!!!!!!

Begitu hebatnya aku, kuat melewati jalan berbatu di tengah teriknya hari yang gersang. Kuberikan penghargaan pada diriku dengan menjadi lebih kuat, bukan karena kau..jngan bangga dulu!!!!!!!mudah-mudahan kau tidak mati dalam penyesalan, teman!!!!!haha teman???
terimaksih telah mendoakan agar aku semakin kuat!!!!!

Laa Tahzan :) 
Show to the world that you are a superwomen, you ca be an independent woman, be a success, i always support you, you are not alone, i'm here to hug you and i always beside you to travel the world and reach all  goal in your life :D
let's start from this....travelling....

bismillahirohmanirrohim...Robbii, give us a chance to pass that day, that place, that experience to see your creations of the world....



is it causality cycles?


when you make me cry unintentionally
whether I did the same thing as you do now?
I just shut up
but you open your mouth wide as if you were the true
I even apologized to you
I'm not completely wrong
and you are not completely correct


I know God is fair
and he has to show it




Brisik Bertitik

Suara nyaring berisik

penghisap darah mengusik
menginjak ari, menusuk dengan jarum suntik
rumit dalam pikir pelik
intuisipun tak berbisik


ah aku terusik
di pintu sempit mencekik
ak tercekik
salah memetik
hingga kini musim berterik
masih tumbuh hati berpicik
aku terusik
aku tercekik
hati ini memekik
menunggu brisik bertitik


di sore dalam hujan rintik
damai doa meluap bersama mimpi tak bertitik
meredam dunia brisik
mematungkan diri dari pengusik
menulikan telinga dari bisik brisik


kini belakang hitam tak lagi kulirik
ku keringkan cairan pedih bening yang menitik
hingga menggema tawa asyik :D
berujunglah halusinasi dunia brisik
titik brisik
brisik bertitik




Olivia Febriani
Sukabumi, 3 Juni 2010