Pages

March 18, 2015

http://oliviafebriani.tumblr.com/

a new begining has started :)

September 08, 2013

Aku adalah masa lalumu
Kenapa masih ada risau untukku?
baik-baikkah aku
bahagiakah aku?
bukan tanggung jawabmu

Aku adalah masa lalumu
sebaiknya hapus rasa berdosamu
seerat apapun genggamanku
paksa lepaskan tanganku!
jatuhkan lagi aku!

Mungkin aku akan menimpa bebatuan
hatiku akan berlebam
tapi aku hanya masa lalumu
jatuhkanlah aku!
biarkan aku berdiri sendiri

Bandung, 5 Septtember 2013

May 31, 2013

Gadis Penjual Kue Klepon

kue Kelepon

Hari ini aku dan temenku kebetulan sedang puasa, aku ikut menginap di kosannya di Jatinangor sudah 3 hari ini, kita sudah merencanakan buka bersama dan saat menjelang buka puasa ada penjual kue putu dan kue klepon lewat kosan, aku pun segera keluar untuk membeli kue itu, aku memang suka kue klepon dan kue putu.  


kue Putu

Kue kelepon Iini mengingatkanku pada guruku di MI. Saat aku duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyyah (Setingkat SD) aku pernah memiliki pengalaman sebagai penjual kue klepon, kalau tidak salah saat itu aku duduk di kelas 3, aku menjual klepon karena guruku memintaku untuk menjualkan kelepon miliknya. Aku juga kurang tahu mungkin kelepon itu dibuat oleh istrinya dan dititipkan padaku untuk dijual. Jujur aku tidak pernah mendapatkan upah uang dari penjualan kelepon ini, tapi guruku sering memberikan  dua buah klepon untukku sebagai upahnya. Sebenarnya aku menjualkan klepon bukan karena uang jajanku tidak cukup, aku memang suka kue kelepon ini dan yang paling penting aku tidak mungkin menolak permintaan guruku untuk menjual kelepon, guruku memilih aku sebagai penjual klepon mungkin karena aku dikenal dikelas karena aku sering jadi bintang kelas hahaha...mulai narsis hmm...kenangan yang gak kan pernah aku lupakan sebagai penjual klepon hahaha....semoga kue ini tetap jadi jajanan nusantara yang selalu dilestarikan ya :)






Resep Klepon

Bahan kulit :

  1. 125 g Tepung Ketan Putih
  2. 80 ml Air Hangat
  3. 25 ml Air Suji (dari 20 lembar daun suji dan 2 lembar daun pandan)
  4. 2 tetes Pewarna Hijau Muda
  5. ¼ sdt Air Kapur Sirih
  6. ¼ sdt Garam
  7. Daun Pisang untuk Sudi

Bahan untuk isi :

  1. 50 g Gula Aren, sisir halus

Bahan Taburan :

  1. 100 g Kelapa Parut Kasar
  2. 2 lbr Daun Pandan
  3. ¼ sdt Garam

Cara Membuat :

  1. Campur seluruh bahan taburan, aduk rata. Kukus selama 15 menit. Sisihkan.
  2. Campur tepung ketan dan air hangat sedikit-sedikit sambil diaduk rata. Tambahkan air suji, pewarna hijau muda, air kapur sirih, dan garam. Uleni sampai kalis.
  3. Ambil adonan. Beri isi. Bulatkan.
  4. Rebus dalam air mendidih sampai terapung. Angkat.
  5. Gulingkan dalam kelapa parut. siap disajikan

Kekuatan Telepati?



 jika kita memiliki ikatan batin yg kuat dengan seseorang, itu akan lebih mudah terjadi. Guru fisika saya saat SMA menjelaskan kalau kita bisa mengirimkan gelombang ke org yg kita tuju dengan terus memperhatikannya, mengingatnya dan mencoba mengirim signal dengan seluruh indera tubuh kita, baik secara disadari atau tidak, misalnya ya seperti kemungkinan bahwa jika kita terbangun tiba-tiba sekitar pukul 2-3 pagi tanpa alasan, 85% ada seseorang yg sedang memperhatikan mengingat, mendoakan atau memikirkan kita (menurut @mostofthefact) dan sudah saya buktikan, ini seringkali terjadi pada saya, mungkin karena saya meyakini hal ini :)


Saya pernah memiliki pengalaman berkali kali tentang kekuatan telepati ini, salah satunya saya pernah terbangun sekitar jam 2-3 pagi karena memimpikan seseorang, dalam mimpi itu dia mengirim sms pada saya, dan saya pun terbangun karena suara sms dari hp yg tak jauh saya letakkan, saat saya cek sms itu guess who texting me? Yup dia, seseorang yg ada dalam mimpi saya yg mengirim sms haha.. atau pengalaman yg sering..sering..terjadi, saya terbangun tiba-tiba sekitar jam 2 dan setiap meliat HP ada whatsapp dr seseorang yg masih terjaga pada pukul itu, ntah itu mengabarkan sedang apa dirinya atau mencurahkan kondisi yg tdk baik hmm…it means he/she thinks of me right? :p saat memikirkan seseorang dengan keras, mendoakan, mengingat saya rasa gelombang itu akan sampai pada org tersebut, terutama jika km memilki ikatan batin yg kuat, gak cm firasat, itu benar2 terjadi

Bersembunyi





Seperti bermain petak umpet, untuk saat ini biar tersembunyikan , tak boleh dunia tahu, biar menjadi kasat mata, dipertololi hanya keadaan pikiran, kasian sekali yg menjadi objek pelarian, kesepian dalam kesuksesan, polos sebagai malaikat berhijab, tapi apakah malaikat itu tak bernurani? Sudah jelas jika iblis tak bernurani, iblis akan menangis bahkan sedang menangis karena ak bengis dalam kebenaran yg miris, akan tiba saatnya terbukti bahwa aku ini memang tak tersubstitusikan!!! Persembunyian ini akan sangat manis :*

May 30, 2013

The Chocolate Palace

The Chocolate Palace


            There was a little girl named Lily who loves chocolate very much. One day after her father  returned from work he gave her two chocolate bars. Lily was very happy and she said thank you for her father.
            “Daddy,  thank you for giving me these chocolate bars. You are the best Daddy in the world” Lily said
            “ but remember what should we do after eat these chocolate bars, little princess?” her daddy asked
            “ We should have to brush our theeth, Daddy” lily answerd
            “ good girl”
            Then, Lily went to sleep and her mother read her a bedtime story until lily fell asleep.        Her mother thought that Lily was sleeping so her mother left her in bedroom alone. After the mother left Lili woke up and go to the kitchen to got chocolate in the refrigator.
            When Lily opened the refrigator and she took the chocolate bar from her father suddenly she pushed into refrigator until she realized that she was in the other place, the place which she had never seen before. The place is so cold and she saw snow everywhere.
            From a distance Lily saw a brown palace. She wondered so she went to the palace and entered into it. Suddenly Lily was surprised to see a lot of candies  and chocolates in the cute jars. Lily couldn’t wait to eat all of the especially chocolate, her favorite food. Then, she took the heart shaped chocolate in the pink jar and she ate it immediately. A few minutes later suddenly Lily turned into the little princess with a pretty dress. Lily was very happy that she ate too much chocolate in that palace. She ate chocolate candy, chocolate cake, chocolate biscuit and she tried all chocolate in that palace. But not long afterward when she drunk the hot chocolate she remembered her parents, and then she wanted to go home and back to the chocolate palace with her parents. Suddenly she turn back into Lily used to be,  she was home in front of refrigator in the kitchen. Her mother still woke up and heard some noises in the kitchen, she didn’t know that was Lili there.
“Who is there?” asked her mother. Lily run into the bedroom and she pretended to sleep, Lily forgot to brush her theeth until she fell asleep.
            The Next morning Lili woke up and she got a toothache, her mother found lily was crying and Lily felt sorry because she ate  too much chocolate last night and forgot to brush her theet.
            “Mommy I feel sorry because I ate too much chocolate last night and I forgot to brush my theeth” lily said while crying
            “oh my sweety, let’s go to the dentist.” Lily’s mother said

            Since then Lily never ate chocolate or candy too much not only that Lily also thought that to be a princess she always remember to brush her theet  to keep  healthy and beautiful.

Jatinangor,  May 31 2013

May 13, 2013

SIAPA YANG LEBIH TERLUKA?

SIAPA YANG LEBIH TERLUKA?

Apa kita sedang berlomba lomba menunjukkan siapa yang lebih tersayat?
apa tidak cukup darah-darah itu bagimu?
apa yang ingin kau munculkan dari kotak biru itu?
apa tak sia sia kau umbar rahasia dalam rahasia?

Bias sekali peran yang kau mainkan
Putih bukan, hitam pun tidak
Sehancur apakah bangunan hidupmu itu?
kau berteriak hancur hingga tersungkur
padahal aku diam diam menjerit sakit

Tidak bisakah kau lihat awan kelabu di mataku
mungkin ini pelangi palsu dalam senyumku
bukankah itu demi menutupi pondasi pencakar langitmu yang sebenarnya akan runtuh?
belas kasih pun  mulai mengeropos karena dilapisi dusta

tak sadarkah kau ciptakan monster dalam batinku?
tapi iman menyisakan seberkas cahaya
menuntun pada yakinnya keadilan sang pencipta
kita ini berputar dalam roda
mungkin pencekik kini sedang tercekik

keprcayaan sudah tercerabut
akuilah kita ini pengecut 
jangan biarkan emosi tersulut
bukankah memaafkan tak kan membuat hati menyusut

biarkan waktu menggerogoti tumor benci di hati kita
menggerus keindahan luka
melumurinya dengan garam dendam dan cuka
jeritkanlah perih itu hingga aku mengiba
aku tak kan tertawa, aku bukan si tega


Sukabumi, 13 Mei  2013




Ballerina Photography

Saya tidak tau persisnya kapan saya menyukai hal-hal yang berhubungan dengan Balet, tapi saya hanya seorang penikmat saja, bahkan saya tidak pernah menonton pertunjukan balet secara live, saya hanya melihat di film atau lewat browsing, sebenarnya saya tak hanya menyukai tariannya saja saya juga senang mendengarkan musik klasik. Ballerina, balet dan musik klasik memang perpaduan yang sangat sempurna, anggun, lembut, gemulai, lincah dan indah :) tapi hanya the black swan yang menurutku memiliki karakter hitam, pasti sulit untuk memainkannya karena balet sendiri kan merupakan tarian anggun, yang nonton film The Black Swan pasti tau kann?...

Berikut ini beberapa fotografi ballerina yang saya temukan di
 devianart





       steelhearted




                                                                       steelhearted 




May 12, 2013

NOSTALGIA PUISI

PAGI

Pagi ini bukan pagi yang akrab asing tetap ku tapaki
rahasia kehidupan nanti
masih tak terkuak
Sedangkan pagi yang kukenal
Bagai mimpi semalam
samar-samar hilang
lalu datang kembali
atas nama kenangan indah
nikmat nian...
saat terputar ulang
hanya kenangan kekal
tak dapat dirasuki tuk keduakalinya dijalani
pagi yang dulu
semua lambaikan tangan untukmu
pagi yang ini
semua menyapamu
dengan warna warni di kampas pagi
sebagai penyongsong awal hari
seberubah pagi pun
kaki tetap menapaki
Sampai jiwa terbang dari raga
dan hidup abadi
di setiap kenangan pencinta

5 Desember  2004


Selamat Tinggal

Rerumputan bergoyang dibelai angin sore
hawa bergerak yang tak nampak
hendak kemana hai angin?
Nyiur ikut melambaikan daunnya
Ia telah lewat
itu yang dirasa
menerobos tubuhku\mengisyaratkan keberlaluannya
selalu bergerak mneruskan pengembaraan

5 Desember 2005



Pelajarilah

Mentari terbit dan terbenam
Bunga mekar lalu layu
Bumi dimandikan hujan
Dunia berwarna warni
Air mengalir , meresap, membeku
Sadarilah!
mereka sebagian peta kehidupan
tak ada yg tak didapat darinya
bacalah alam ini!
Baca..baca...baca!

5 Desember 2005





 Perbandingan

Raut wajah menjijikkan
senyuman merekah menyejukkan
Perbandingan yang tak samar lagi
Aku besar penuh kantong lemak
Dia sempurna bagi kaum hawa
Buruk di pihakku
buruk tetap di pihaknya
bagiku
hanya bagiku

21 Januari 2005




Tak Ada Untaian Kata Terujung

Terulang di cerita sejalan
Tanpa sebuah argumenpun
Tertinggal deretan titik tanya
Tak terjawab
Terlukai coretan kekal
Tiap jengkal hari
Terkadang jatuh
Tegang dan terbang
Tunggui masa pelarianku
Tapi tak kan ada akhir
Tidak pula untaian kata terujung
Tetap dan teruskan titik tanya

Hingga tercipta karya dipengembaraan hidup
Dustalah kalimat terakhirku
12 T, H dan D
10 Dzulhijjah 1425








Bagian 2


2


Sayup-sayup kumandang adzan magrib membuat Lori segera mengingatkanku sholat berjamaah di mesjid terdekat, itulah yang aku sukai darinya, ia disiplin terhadap kewajibannya sebagai seorang muslim. Sejak kuliah tingkat kedua aku sering memperhatikan Lori dengan temanku di kantin kampus, ya fakultas Lori dan aku memang bersebalahan. Aku kuliah mengambil jurusan HI dan Lori mengambil sastra Inggris. Lori sosok perempuan yang misterius, berkali kali aku meminta no Hp nya lewat temanku Gilang, tapi aku tetap tidak berhasil. Akhirnya aku mencoba menarik perhatiannya lewat jejaring sosial, tapi nampaknya Lori sudah punya kekasih, aku melihat foto foto Lori dengan kekasihnya di Facebook. Saat itu aku langsung lemas, seperti kehilangan harapan. Hingga akhirnya setahun kemudian saat aku tidak sengaja membuka akun facebook ku lagi, aku iseng membuka profil Lori. Pemilik nama lengkap Lorina Bahari itu sudah tidak berpacaran lagi dengan kekasihnya, kalau tidak salah namanya Jingga. Tentu saja aku langsung menghubungi Gilang dan meminta no handphone Lori tapi usaha pertamaku tidak direspon juga oleh Lori. Sampai pada suatu hari saat hari wisudaku, aku ke kampus untuk mengambil toga kemudian aku berpapasan dengan Lori di kantin sastra. Tanpa pikir panjang aku memberanikan diri menghampiri Lori.

“Eh lori kan? Temennya Gilang ya? Eh titip ini donk buat Gilang, soalnya gue dari tadi ga ketemu dia, gue sms juga gak dibales” spontan aku mengajak bicara Lori, tanganku langsung berpura pura merogoh tas mencoba mencari cari barang untuk ku titipkan pada Lori.

“hm..iya, nitipin apa ya? tadi sih Gilang masuk kelas” jawab Lori dengan tenang, ia menungguku mengeluarkan barang yang akan aku titipkan padanya sementara aku mencari-cari barang apapun yang sekiranya aku bisa berikan pada Lori untuk Gilang.

“Bentar ya aku cari dulu” ucapku sambil otakku berpikir barang apa yang akan kuberikan dan tanganku terus bergerak mencari ke dalam tas ranselku. Akhirnya aku menemukan flashdisk. Flashdisk penyelamatku hari itu. Aku segera menyerahkan flashdisk itu pada Lori, aku tidak suka dan memang tidak pandai berbasa basi jadi, setelah pertemuan itu Lori langsung pergi dan aku hanya bisa memperhatikannya berjalan menjauh menuju gedung perkuliahan.

Perasaanku saat itu begitu lega karena akhirnya aku bisa menyapa Lori secara langsung dan hal itu memberiku harapan untuk lebih dekat dengannya. Setelah pertemuan tak disengaja itu Lori yang pada awalnya masih dingin berubah menjadi lebih ramah. Aku bisa berjam-jam chatting dengannya dan  itu sangat mengasyikkan. Setelah aku lulus dan kembali ke Jakarta aku membantu mama menguruskan usaha cafénya yang sudah memiliki dua cabang di Jakarta. Selama setahun aku lebih memilih berkecimpung di dunia bisnis, aku terlalu sibuk dengan bisnisku tapi Lori tak pernah hilang dari hidupku. Kita terus berhubungan, aku semakin ingin mengenal Lori. Buatku Lori berbeda dari perempuan-perempuan lain yang pernah aku temui, dia membuatku penasaran. Bahkan sampai detik ini aku merasa ada sesuatu yang dia tutupi dibalik keceriannya, dibalik senyumannya. Dia adalah pelangi dan aku yakin pelangi seindah itu hadir setelah hujan menerpa hatinya, meski begitu aku tidak akan memaksa Lori berceriita tentang masa lalunya, itu bukan hal penting buatku, yang terpenting justru masa depan kita. Keinginanku menjadikan Lori sebagai pendamping hidup adalah hal yang sangat tepat. Semoga lamaranku di rumah baru ku ini membuat Lori semakin yakin bahwa aku serius ingin meminangnya dan telah mempersiapkan rumah ini untuk masa depan kita.

“Udah wudhunya ya?” Tanya Lori setelah aku berwudhu, mukanya berseri-seri seperti sedang merencanakan hal licik. Ternyata dia akan menyentuh tanganku agar aku berwudhu lagi, kontan aku menghindar dan Lori yang tertawa puas. Jika Ia tak sedang halangan biasanya kita sholat bersama-sama.

“Kok ngehindar si, aku peluk ya hahahah”

“Eh, eh, jangan donk, tar harus wudhu lagi nih”

“Biarin, hahah”

“Ah, Jangan-jangan, aku ga jadi ke mesjid ni, ntar telat lagi agak jauh soalnya”

“iya, iya, yaudah nggak bkal ak sentuh, belum muhrim”

Aku tertwa kecil mendengar candaan Lori dan segera berlari keluar kamar untuk pergi ke mesjid yang butuh sekitar 5 menit berjalan dari komplek perumahan ini.
Semenjak bersama Lori, hidupku semakin membaik. Saat kuliah aku jauh sekali dengan Tuhan, aku jarang sekali menjalankan sholat lima waktu, tapi sekarang Lori selalu mengingatkanku hingga aku merasa malu dan sebagai laki-laki yang akan menjadi suaminya aku ingin menjadi seorang pemimpin bagi Lori, Lori membuatku berubah menjadi sosok yang lebih baik.

May 09, 2013

NOSTALGIA PUISI 2004

Membaca ulang puisi-puisi saat duduk di SMP itu sangat menggelikan, ada puisi untuk cinta monyet, maklum SMP, saat itu aku belum pernah pacaran sama sekali hahah... ada juga puisi untuk idolaku Valentino Rossi, saat ak menggilainya, hm.. ada juga puisi yang ditulis atas permintaan beberapa teman. Jika aku perhatikan diksinya begitu sederhana, tapi aku senang bermain dengan larik dan nada, ah namanya juga bocah haha....
Berikut ini beberapa puisinya,


Terimalah Maafku

Menapaki panjangnya jalan
Sendiri tak berteman
Kurapuh dalam kesendirian
Dan terjatuh
Terjatuh ku menangis
Mengemis maafmu sahabat

Jalanku berujung curamnya jurang
terjal, seterjal hatimu
dalam, sedalam pilunya hati ini
Kurindui gelak tawa kita
Kurindui kebersamaan kita
Sahabat, terimalah maafku.

Sukabumi, 2004 


Ilusi

Sosok pujaan dalam ilusi
Wajahnya kian sendu
Datang mengecup di mimpi
Mendekap bayangannya
Akankah imajinasiku terwujud?

Bibirnya kadang mengucap
Ia bagai air tanpa riak
Dinginnya bak salju abadi
Samudranya tenang
Dialah sosok ilusi yang abadi di hati

Sukabumi, 15 September 2004

catatan untuk puisi ini, saya tulis 2004 dan kemudian ilusi itu benar-benar terwujud paada tahun 2007 hingga sekarang hahahha....tidak seindah yang dibayangkan, dingin itu menyebalkan!!!!! Samudera yang terlalu tenang akan membahayakan kapal yg kau labuhkan, percayalah!!!!! Oleh karena itu berhati-hatilah dengan imajinasimu :)



Sang Juaara 

Di benua Kangguru
Kesatria penunggang kuda besi beraksi
di atas jalanan abu phillip Island
yang menjadi saksi
di sepanjang tepiannya
berjuta pasang mata
menyaksikan dengan cucuran peluh
saat menerjang angin
saat hindari burung camar
saat ombak berdebur
Kesatriaku menjadi yang tercepat
Dikejar dan mengejar
Hingga lewati garis akhir
Ternobatlah juara sejatiku
Pertama untuk dunia
Hari ke 17 di bulan Oktober
2004 Masehi
Sabg flamboyan raih kemenangan
di usia 25 tahun, 17 bulan, 27 hari
bendera garputala berkibar bersamanya

19 Oktober 2004



Akui Saja

Kepolosan sang pendusta
sendu dibalik kepura-puraan
Menuang masamnya bibir
raut wajahnya adalah kejujuran
Membuka kebenaran muram
Akui saja!
mendambakan sang penggantung!
yg menciptakan kegundahan
yg lepaskan satu-satunya pegangan
menggantungkan tali rapuh
aku harap terputus
kenapa tak akui saja?
taburan kebencian pun bertambah
kau tak mau kalah dariku
Untukmu laki-laki itu!
bersama ketampanannya
bersama kedustaannya!
Aku dan dia setara bekas
Akui saja!
Begitu dahsyat maumu
lama-lama sisa cinta akan luntur
ambil saja!
langkah kepercayadirianmu memuakkan!

Sukabumi, 8 November 2004



Kalimat Terakhir

Cemasku tak kukenali
Alasan kosong ku tangisi

Putih hitam saat ku terusik
Malampun tak kuasa bujukku tidur

Amarahku terpendam
Mendapati salahnya diri

Aku tak mampu maafkan diriku
aku lelah berpikir

hilang kesadaran dan hilaf
pilih tuk lukai diri

Secepat cahaya terlintas pesan
Bisikkan murka

Tunukkan jalan pelarian sejati
Kalimat terakhirku "Pagi, aku tak kan bangun tuk senyumi indahmu lagi"

28 Juli 2004



Masih Bagian Pertama




Oh Tuhan, mendengar ucapan itu keluar dari mulut Rio, aku berasa mimpi, bibirku kelu, aku terdiam lama, entah kebahagiaan apa ini, aku baru lulus kuliah, seminggu lagi wisuda, belum sempat melamar kerja sudah dilamar Rio? Aku benar-benar tidak tau harus berkata apa, saking tak percaya.

“Are you kidding me?” aku tertawa terbahak bahak mencoba melepaskan kedua tanganku dari genggaman tangan Rio, tapi Rio malah memegangnya semakin kuat dan ia menciumi kedua punggung tanganku.

“Lori, aku serius” ucap Rio tegas. Matanya yang tajam seperti menusuk ke jantungku, alisnya begitu tegas, idungnya yang mancung, bibirnya yang sudah enam bulan ini berhenti menghisap rokok demi aku, oh Tuhan Rio, tentu saja aku tak mungkin menolak. Saat aku tahu raut wajah Rio melukiskan ketegasan dan keseriusan aku langsung menghentikan tawaku dan mendadak tak bisa menatapnya.

“Yo, kita baru pacaran enam bulan, apa kamu yakin..hm…” ucapanku tergantung, dalam beberapa detik banyak yang menghantui pikranku.

“Ya memang, aku ingin mengenal kamu lebih, ya kita bisa merencanakan dari sekarang kalau kamu memang belum siap, tapi sejak kenal kamu, aku memang berniat mencari pendamping hidup, bukan cuma asal komitmen”

Aku terdiam dan mencoba memberanikan diri menatap matanya, kemuadian Rio mengambil cincin dari saku celananya dan memperlihatkan padaku. Aku tidak perduli itu emas putih berapa gram, tapi filosofi cincin itu membuatku merasa berat menerimanya. Benar-benar dalam waktu yang tepat.

“Lori, maafin aku, aku ga bisa ngelamar kamu di Bali atau di pantai mana pun saat sunset, tapi aku selama ini sibuk terus juga untuk mempersiapkan semua ini, aku pengen nunjukin rumah ini ke kamu buat buktiin aku dah siap lamar kamu, dan aku ingin menata masa depan bareng kamu di sini, jangan ngatain aku gombal ya, aku serius”.

Aku hanya tertawa mendengar ucapan terakhir Rio, aku merasa nyaman dengan Rio, sepertinya aku memang harus memikirkan ini, bukan karena aku ragu padanya tapi aku ragu pada diriku sendiri. Aku taku mengecewakan Rio karena masa laluku, Rio belom mengenalku lebih dalam.

“Aku ga perduli kamu ngelamar aku dimana, ini terlalu sempurna buat aku yo, kamu beru ngenal aku setahun ini, kita baru pacran lebih deket selama enam bulan, aku cuma takut..”

“Jangan bilang takut, aku benci kamu bilang takut, tolong, aku yakin sama kamu, kalo kamu emang belom yakin sama aku, oke aku bkal buktiin dengan apapun”

“Bukan itu yo, aku yakin banget sama kamu, tapi kita perlu waktu”

“iya, kita gak kan tiba-tiba nikah sekarang kok, kita bakal nyari wedding planner dan konsul dulu”

Rio memeluk aku, sementara pikiranku malah melaju lewati lorong masa lalu. Aku berusaha menghalanginya agar tak terlalu jauh menyusuri masa lalu. Aku segera melepaskan pelukan Rio dan mengalihkan pembicaraan.

“iya, iya aku setuju sayaaaang, eh ini dah jam stengah enam, ya ampun kamu belom solat ashar kan? Aku lagi halangan, ih sana cepetan solat dulu”

“oh iya lupa dah ashar. Iya, iya bentar peluk dulu 30 detik.” Rio mencoba memelukku lagi dengan tawa ringannya dan aku menghindari pelukannya sambil tertawa tawa kecil.

Rio pun beranjak masuk ke dalam kamarnya, sementara aku masih betah berdiri di teras itu melihat pemandangan sore yang begitu cantik, tapi sayangnya tak secantik pikiranku, ntah kenapa aku masih memikirkan lamaran Rio ini, aku menatap cincin darinya, aku gembira, tapi seperti ada sisi lain yang membuatku merasa tak pantas untuk Rio, aku merasa terlalu cepat memutuskan untuk terikat dalam lembaga suci seperti pernikahan.

Apa benar aku akan menikah dengan Rio?. Hm…sebenarnya 2 dari 3 sahabat dekatku sudah menikah, mereka Karin, dan Tyra. Karin menikah denga Ferdi yang 5 tahun lebih tua darinya Saat ia masi duduk di semester akhir, sampai sekarang ia masih menyelesaikan skripsi dalam keadaan hamil muda. Tyra, setelah lulus ia menikah dengan Daril karena dijodohkan oleh Papahnya, sekarang Tyra ikut Daril meneruskan kuliah S2 nya di Leiden. Jadi, tinggal aku dan Nuri yang belum menikah, Nuri masih Jomblo dan ia masih ingin meneruskan kuliah kedokteran mengambil spesialis kulit. Tahun 2011 aku sempat sendiri, setahun kemudian aku bersama Rio dan sekarang tiba-tiba dia melamarku. Hidup ini terasa berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin aku lulus SMA dan menjadi mahasiswa baru.

Senja di sini semakin indah, angin lembut membelai wajah dan leherku, aku masih berdiri menatap langit dengan pikiranku yang menjelajahi lorong masa lalu. Jika aku teringat SMA, duniaku seperi langit malam yang dihiasi kembang api, seperti taman dihiasi bunga warna warni, seperti puisi cinta yang hangat, lembut dan bersemangat. Aku mengenal ketiga sahabatku di sana, dan aku mengenal seseorang hingga perjalanan masa laluku tiba di gerbang masa-masa kuliah… tiba-tiba Rio mengagetkanku dengan memeluk tubuhku dari belakang, kehadirannya seperti memutuskan perjalanan waktuku yang tengah asyik di lorong masa lalu.

“I love you” bisiknya, tubuhku yang dingin diterpa angin sore itu tiba tiba menghangat seiring dengan napas yang kubuang pelan-pelan dari hidungku.
Pelukan mendadak dari Rio membuat gerakan kecil di tubuhku sebagai respon terkejut dan perasaan bingung. Tentu saja aku tidak mungkin melepaskan pelukan itu. Pelukan tiba-tiba yang tak hanya menghangatkan tubuhku tapi membuatku merasa aman. Aku merasa Rio memberikan signal agar aku memutar tubuhku tepat dihadapannya dan kemudian membalas pelukannya. Tapi aku tidak melakukannya, aku tak ingin merubah posisiku.
“I love you more” balasku setelah selang beberapa detik kemudian.
Rio menyambut ucapanku dengan pelukan yang semakin erat. Postur tubuhnya yang tinggi membuatku merasakan hembusan nafasnya dibelakang kepalaku dan aku merasakan dia mencium kepalaku dengan menekankan bibirnya agak lama di sana. Saat itu kualihkan pandanganku pada cincin yang menghiasi jari manisku, cincin yang 40 menit yang lalu Rio sematkan di jariku. Oh Tuhan benarkah aku akan menikah dengan Rio??

DADAKU...


Puisi ini aku tulis tahun 2010, cukup lama memang, sudah hampir tiga tahun tertulis dibuku tanpa ada yg membacanya. Mengalami perubahan saat aku tulis kembeli di blog ini :)
Ayo para multitafsir selamat mengapresiasi :)



DADAKU


Aku merasakan dadaku ditikam ribuan ton godam
tapi aku ingin mengeras kejang
aku ingin menahan
hingga mati rasa

berusaha tetap menghirup dan menghembuskan udara
perih panas dalam sembab mataku
tapi aku tetap hidup
untuk menaburkan serbuk serbuk kisah yang kukantongi dalam hati

biar kukemas istimewa dulu
kelak tak sia sia sesak di dada 


26 September 2010

Strips Jumpsuit with Denim

Strips Jumpsuit with Denim

by ari_ari from chictopia.com


Ladies long weekend pada kemana ni? yang single ayo hangout bareng gengs, tapi kalo yg dah punya someone pastinya udah punya plan buat berdua doonk. Whatever mau sama temen-temen , pacar ato bareng keluarga yang penting weekend jangan ampe saltum, alias salah kostum. kalo mau ke tempat yg agak sejuk ya ga salah lah pake strips with denim, tapi kalo mau pada ke pantai mungkin kita bs milih bahan yang ringan, soalnya kalo denim kayanya kurang kece kalo dipake ke pantai ya .

Sekarang ni musim dah ga menentu kan sistha sistha....pagi ampe siang bs cerah, tapi sore ampe malem tiba tiba ujan ga brenti-berenti, yah karena kita tinggal di negara tropis so ga da salahnya ni weekend pake strips berbahan dasar kaus dan dipadukan dengan denim, selamat mencoba ladies!!!!!


My First Romance Novel in This Year



1

Gemericik air sungai dan alunan nada lembut piano yang membelai telingaku selama perjalanan membuatku terlarut dalam tidur yang dalam. Rio tau musik apa yang aku suka saat perjalanan seperti ini, ya musik instrumental yang menyatu dengan suara alam, nada-nada yang menghipnotisku agar cepat terlelap. Saat aku terbangun ternyata Rio tengah menghentikan mobilnya, kita tengah menepi di bahu jalan yang sepi. Aku baru sadar kalo dia sedang memperhatikanku tidur dan dia terenyum saat aku mengucek-ngucek mataku.

“Sudah sampai ya ?, ini dimana sih?” tanyaku

Lagi lagi Rio tersenyum dan lama menatapku, kemudian ia mematikan musik instrumental agar perbincangan kami tak terganggu, sementara aku memasang muka heran sambil menunggu jawabannya.

“hm…belom sampe ko, aku pengen berenti dulu aja, pegel nyetir dari Jakarta” keluhnya
“mau gantian? Sini biar aku yang nyetir” ujarku
“jangan,jangan, kamu tidur lagi aja, smalem kamu pasti kurang tidur” balas Rio

Aku hanya menjawab dengan mengangkatkan kedua alisku dan segera mnurunkannya lagi, aku rasa Rio mengerti kalau aku waktu tidurku sangat kurang karena sering mimpi buruk tapi sebenarnya aku tak pernah cerita banyak tentang mimpi buruk apa yang aku alamin. Rio bukan pemaksa, dia tak pernah memaksaku bercerita  dan itu membuatku merasa aman di dekatnya.
Ntah apa yang direncanakan Rio weekend ini, iya bersikeras mengajakku pergi. Aku nyaman di dekatnya, sudah setahun ini aku mengenalnya dan selama enam bulan ini kita sudah menjadi sepasang kekasih. Rio adalah seniorku di kampus saat aku kuliah, dia sudah lama memperhatikanku saat itu. Dia lulus dua tahun lebih awal dan menetap di Jakarta, kita berhubungan lewat sosial media sampai akhirnya saat dia berkunjung ke Bandung dia mengajakku makan malam. Sejak saat itu lah kita semakin intens berkomunikasi dan enam bulan kemudia kita berpacaran hingga saat ini.

“Kita mau kemana si sebenernya? “
“aku mau nunjukkin sesuatu sama kamu”
“apaan si bikin penasaran”
Rio cuma tersenyum nampaknya ia senang melihatku penasaran. Kemudian ia meneruskan perjalanan sambil mengalihkan pembicaraan.
“Abis  wisuda kamu punya plan apa? Bener mau nerusin kuliah lagi?”
“kayanya rencana kuliah lagi aku pending aja, aku pengen bantuin usaha Mama”
“hm…gitu ya”

Aku semakin heran ketika mengetahui kalau ternyata Rio membawaku ke daerah Dago atas, di sini masih banyak pepohonan, dan udaranya sangat sejuk hingga mengingatkanku pada seseorang yang aku kenal, ya aku sering kesini saat aku masih SMA, waktu itu sekolahku memang di daerah Dago. Ah tapi sudah lupakan saja. Aku hanya memperhatikan sekeliling dan kemudian Rio masuk ke daerah perumahan mewah dan kita berhenti di salah satu rumah yang begitu sepi. Rumah bertingkat dengan gaya modern minimalis itu memiliki pagar yang lebih tinggi dari badan Rio sendiri.

“Kok diem aja? Ayo turun!”
“Ini rumahnya sapa? km mau ngenalin aku ke sapa si, ga bilang-bilang,”
“yuk turun dulu!”

Aku membuka pintu mobil dengan mata yang terus tertuju pada rumah di depanku. Banyak pertanyaan yang menyerang pikiranku, rumah siapa ini? apa tujuan Rio bawa aku kesini?. Aku jadi agak gugup pada pacarku sendiri, padahal jelas-jelas aku tidak pernah segugup ini lagi sejak ia menyatakan cinta setengah tahun lalu. Mungkin ini rumah keluarga Rio yang ada di Bandung. Aku pun mengikuti Rio berjalan menuju pintu rumah dengan ukuran besar yang bercat hitam. Ternyata Rio membuka rumah itu dengan kunci yang dia ambil dari sakunya.

“Yo, ini rumah siapa?” tanyaku lagi berharap ada jawaban, tapi setelah membuka pintu Rio langsung menarik tanganku dan terus mengajakku berkeliling di rumah yang masi tercium bau cat  itu.

Tidak banyak barang di ruangan itu, rumah yang terlihat sangat bersih, di ruang utama terdapat sofa berwarna putih dengan bantal-bantal kecil dengan warna warna pastel, kemudian ruang makan sekaligus dapur dan bar kecil yang di dominasi warna hitam. Saat berkeliling aku tak henti hentinya bertanya ini rumah siapa pada Rio, tapi ia tak menggubrisku, malah bercerita kalau rumah ini memang belum diisi dengan barang barang jadi masi terlihat agak luas.

“Kok kamu gak jawab jawab si”
“bentar-bentar aku mau nunjukin sesuatu nih”

Tanganku ditariknya lagi, ia mengajakku menuju kamar utama dan begitu terkejutnya aku karena aku menemukan pemandangan yang indah sore itu dari teras kamar utama. Rumah yang didominasi dengan kaca tersebut memungkinkan cahaya matahari masuk ke semua ruangan, Aku begitu terkagum-kagum saat Rio membuka gorden putih sehingga aku menyaksikan lukisan alam di sore hari, langit dengan warna keemasan dan kemerahan. Aku langsung berlari menuju teras kamar dan  Rio mengikuti di belakangku.

“wow, dah lama aku ga liat lukisan alam seindah ini” aku tersenyum-senyum mengagumi lukisan Tuhan hingga Rio yang tampan pun tak ku perdulikan.

Tiba-tiba Rio meraih kedua tanganku yang begitu kecil dibandingkan tangannya yang besar dan kuat. Jantungku semakin berdegup kencang, Angin sore yang berdesir menyapu wajahku yang mencoba agar terlihat tenang di mata Rio.

 “Lori, will you marry me?”

March 26, 2011

TOO MUCH LOVE WILL KILL YOU




Like Father, Like Son not only me but also my father love this band, he always tell me like what the band he loves, yeah this band is one of his favorite, but i never heard he told about this song, he only told about the vocalist  Freddie mecury was diagnosed with AIDS shortly after Easter of 1987, Mercury was a very shy and retiring man in person, particularly around people he did not know well. Mercury once said of himself: "When I'm performing I'm an extrovert, yet inside I'm a completely different person." 

this is the lyric of Too Much Love will Kill You By Brian May

I'm just the pieces of the man I used to be
Too many bitter tears are raining down on me
I'm far away from home
And I've been facing this alone
For much too long
I feel like no-one ever told the truth to me
About growing up and what a struggle it would be
In my tangled state of mind
I've been looking back to find
Where I went wrong
Too much love will kill you
If you can't make up your mind
Torn between the lover
And the love you leave behind
You're headed for disaster
'cos you never read the signs
Too much love will kill you
Every time
I'm just the shadow of the man I used to be
And it seems like there's no way out of this for me
I used to bring you sunshine
Now all I ever do is bring you down
How would it be if you were standing in my shoes
Can't you see that it's impossible to choose
No there's no making sense of it
Every way I go I'm bound to lose
Too much love will kill you
Just as sure as none at all
It'll drain the power that's in you
Make you plead and scream and crawl
And the pain will make you crazy
You're the victim of your crime
Too much love will kill you
Every time
Too much love will kill you
It'll make your life a lie
Yes, too much love will kill you
And you won't understand why
You'd give your life, you'd sell your soul
But here it comes again
Too much love will kill you
In the end...
In the end. 

Brian May dedicate this song to Mercury
Brian May said: ".. all the time you recognize the figure of Mercury as a large andqualified, we have always admired"

I'm feeling it, the soul of this song, when we'd give our love and sell our soul for the love, it will make our self won't understand why too much love kill our self, we are the victim of our crime, we hurt our self with too much love



March 15, 2011

PULANGLAH!

Berhentilah berujar sampah!

 Apa bedanya dirimu dengan manusia penyiksa itu?

dia berlindung di kelembutan fatamorgana

dirimu sedang menusuk nusuk jantungmu sendiri...

tolonglah kembali menjadi angsa  putih

istighfar!

Tidak sepenuhnya kehitaman itu dipekatkan olehmu

Maafkanlah dirimu maka burung gagak di hatimu itu  akan terbang dan bebas!

Pulanglah meski akan ada kuburan di hatimu


March 14, 2011

PHOTOGRAPHY

Vintage
So old picture


Gorgeous Photography by Stefanie Williams


Lovely Museum

what are you looking at?

Melihat foto di bawah ini menarikku kembali menjelajahi terowongan kenangan ketika ke Tanah Lot Bali